Sabtu, 14 Desember 2013

Panggilan Sayang

Lagi pengen nulis sesuatu yang berguna, buat diri sendiri khususnya dan buat orang lain umumnya. Selama ini aku suka asal manggil anak, nukan bearti asal ngaco yah. cuma kadang - kadang suka keceplosan manggil dengan panggilan yang ga penting. Misal " unyil, ucrit, neng nong " ternyata banyak loh panggilan sayang yang bagus dan beisi doa untuk anak dan orang - orang tersayang. seperti yang saya copas dari web ustad Yusuf Mansyur

Panggilan buat anak… Yaa Nuuro ‘Ainayya… Wahai cahaya mataku… Ta’aal hunaa… Mari sini…
Atau coba jajal panggil… Yaa Mubasysyirol qolbi… Wahai yg menggembirakan hati… Ta’al ilaa hunaa… Mari sini…
Manggilnya jangan dg panggilan yg macem2, sia2, apalagi sampe punya arti kaco…
“Eh, geblek… Sini Luh…”.
Jangan. Tar anak beneran geblek.
“Cantiiiikkk… Sini Naaak… Cantik yg salehah… Sini sayang…” Gini nih panggil anak.
Nanti anak akan jawab…
“Iyaaa Ibuk cantiiikkk… Yg kecantikannya menerangi seisi rumah…”
Atau anak akan jawab, “Iya ibuk yg salehah, yg dirindukan Rasul saat nanti bertemunya..”
Kalau lg marah, marahlah seperti ibunya imam sudais…
“Idzhab anta. Ilaa masjidil haroom. Kun imaaman hunaak.”
Keren banget dah.
Marah aja jadi doa. “Pergi sana ke masjidil harom. Jadi imam sono…”
Gitu kata ibunya imam sudais. Umur 24th, imam sudais jd imam beneran.
Jangan sampeeee nyebut anak, sbg anak syetan pas lagi marah… “Anak syetan nih emang…”.
Dia ga sadar, itu anaknya sendiri. Berarti?
Panggil suami… “Kakanda sayang….”. Suaminya jawab, “Iye peyaaaanggg…”.
Aaaah, payah dah. Istri udah mau bermanja2. Jadi berantem, hehe
Sumpahin anak tuh begini yg cakep: “Emak sumpahin kamu 17 turunan ke bawah, kaya2, lagi saleh…”
Nah, turunan ke-18 ke atas, sumpahin lg.
Panggil ustadznya apa? “Ustadz Yusuf yg baik hati, tidak sombong, lagi rajin menabung…?” He he he he…
“Wahai Australia, tetangga kami yang baik hati, yang udah ngasih banyak kemudahan sdr2 kami di sana… Wahai Australia yg akhlaknya baik…”
Gitu tuh manggil Australia…
“Wahai Australia, yg sapi2nya banyak kami terima di sini…”
Walikota Bandung, keren… Sikapnya thd Australia, manteb.
Panggil presiden kita, menteri2nya, pejabat2 kita, dengan panggilan2 yg baik. Jadi doa buat beliau2. Semoga.
anggil tetangga: “Eh tetanggaaa… Rapih amat siiiihhh… Mau kemanaaa? Ke pasar?”.
InsyaaAllah tetangga, bakal gorengin ikan daaah.
Nabi memanggil ‘Aisyah, istrinya, dg panggilan: “Yaa Humaira… Wahai yg pipinya kemerah2an…”
Dahsyat ! InspiringHusband banget.
Coba panggil istri: “Yaa Humaira…”.
He he, dia bakal sewot… “Siape tuh…? Cewek mana…? Jgn macem2 yeee…”
Hehe, ga ngatri dia…
Rasul emang subhaanallaah dah…
Suatu saat, beliau datang, mencari menantunya… Sayyidinaa ‘Ali Karramallaahu wajhah.
Yg ada di rumah, hanya Faathimah. Imam ‘Ali, ga ada.
“Di mana putra pamanku yg kumuliakan…?”
Lihat. Beliau menyebut Imam ‘Ali begitu.
Beliau itu Rasul. Bukan hanya mertua. Tapi begitu sopan dalam memanggil nama atau menyebut nama menantunya. MaasyaaAllah.
Subhaanallaah kan?
Dan Nabi pun menyusul. Menyusul Imam ‘Ali.
Luar biasa.
Mertua loh.
Rasul lagi.
Nyusul menantu. Padahal beliau bisa banget manggil.

Sooo... yuuukk kita biasakan memanggil dengan panggilan yang baik dan berisi doa :) 

sumber resmi : www.yusufmansyur.com

Senin, 02 Desember 2013

BLANK


mau nulis, tapi ga tau nih mau nulis apa. lagi kehabisan ide banget... hehehehe...

Sabtu, 26 Oktober 2013

Asli tapi Palsu

Siang itu aku dan seorang teman, mampir ke butik langganan kami. Walau butiknya kecil tapi karena terletak di salah satu perumahan elit di kabupaten Bogor, tapi barang - barang yang dijual lumayan bagus dan lengkap. Niat awanya sih cuma mau cari jarum pentul. Ketika kami sampai, saat itu sedang ada dua orang customer sedang melihat - lihat. Aku langsung menuju tempat koleksi kerudung, dan melihat - lihat koleksi terbaru. Setelah memilih 3 kerudung yang ku suka, aku begegas ke kasir. Karena aku tak mau berlama - lama. Takut khilap belanja. Heheheh... Di kasir sang owner sedang melayani dua custmer tadi. Dua orang wanita berusia sekitar 25 tahunan ku lihat sedang memilih - milih aksessoris. Awalnya aku tidak begitu memperhatikan, tetapi karena mengantri, mau tidak mau aku melihat juga. Ternyata mereka sedang membeli beberapa buah cincin, yang warnanya seperti emas. Dan sebuah gelang. Model - modelnya tak kalah bagus dengan model - model emas yang sedang trend. Aku pehatikan harga nya kisaran Rp. 40.000,- sampai Rp. 75.000,-
Tiba - tiba temannya berkata " udah yuk buruan, udah jam 2 loh "
"ya sebentar, " sahut temannya yg sedang sibuk memilih-milih cincin dan gelang. rupanya dia membeli 1 buah gelang berwarna emas kuning dan 2 buah cincin. 
" mau masuk kantor lagi?" tanya si pemilik butik berusaha ramah.
" oh ngga, mau jemput anak saya yg sekolah..."
" sekolah dimana ?"
" di SD A****** (sebuah nama sekolah terkenal )
" ooo.... "
Aku mengernyitkan kening dan KEPO, kenapa mampu menyekolahkan anak di sekolah mahal, tapi koq beli emas imitasi? oh mungkin ini 'mba'nya pikirku, tapi ketika ku lihat dia mengendarai sebuah mobil, dan pakaiannya pun lumayan bagus. Aku melirik cincin dan gelangku, dan membandingkan dengan perhiasan imitasi tersebut, sekilas memang tampak sama, warnanya sama - sama mengkilap.  
 Aku sampailah pada kesmpulan, bedasarkan pengalamanku dulu, menunggui anak sekolah di TK, terkadang ada persaingan antar mama, pamer model baju terbaru, tren warna rambut, hp terbaru. Dan yaaa,,, perhiasan mereka pun memang mentereng dan bling - bling. Tapi aku tidak pernah menyangka, jika harus mengenakan perhiasan imitasi demi gengsi. Ingin di pandang tajir dan wah. Malu sekali rasanya kalo sampai ketahuan pake barang imitasi. Walaupun aku ga branded branded amat. Tapi bagi orang yang jeli, dan tau barang asli, dia akan bisa membedakan, mana yang asli dan palsu. 
Ternyata memang susah untuk menjadi sederhana, ditengah gemerlapnya kenikmatan duniawi...

Minggu, 14 Juli 2013

Subang

Seminggu kemarin, ditinggal tugas sama hubby keluar kota. Ini kali pertama, dia pergi setelah hampir 4 tahun, tidak pernah tugas luar. Perasaanku campur aduk sih. Antara harus mendukung karier suami, dan sedih karena harus malam - malam tidur sendirian tanpa hubby di sampingku. Terdengar lebay sih memang. Tapi yah itulah yang aku rasakan. Aku terbiasa hubby selalu ada, kapan pun dan dimanapun aku butuhkan. Selain itu, tugas hubby bertepatan dengan hari pertama puasa. Biasanya kami kumpul untuk makan sahur bersama, kini harus sendiri - sendiri. Dan yang membuat sedih adalah, Hubby harus keluar malam - malam buta tuk mencari makan sahur. Sementara aku dirumah dengan nyaman. Itu yang membuat aku sedih. Membiarkan hubby menjalani puasa sendirian. Ingin ikut, tapi aku tidak bisa cuti lama - lama. Tapi sukurlah, ga lama, hanya seminggu. Dan sekarang hubby sudah pulang, bawa oleh - oleh khas kota Subang, yaitu : nanas dan dodol nanas. Tapi yang terpenting, kami bisa berkumpul kembali...
hmmm... senangnya :)

Jumat, 14 Juni 2013

GAPTEK...

Kelamaan ga buka blog, jadi lupa lagi...
jadi gaptek lagi...
hadoohhh... :'(

Minggu, 03 Maret 2013

New Day Has Come

Saatnya bangkit, berjalan dengan kepala tegak. Jangan biarkan seorang pun memandang rendah. Semua yang sudah terjadi biarkan menjadi pengalaman hidup, yang akan menempaku menjadi sosok yang kuat. Hidup tidak selamanya indah. Hidup harus diperjuangkan. Segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin - NYA. Lupakan orang - orang yang telah membuatku tersungkur. Ma'afkan, dan teruslah berjalan.

Saatnya membuka lembaran baru... meninggalkan semuanya di belakang...

:)

Sabtu, 02 Maret 2013

Dan terjadi lagi...

Akhirnya terjadi padaku....
Semua yang aku perjuangkan, semua yang sudah aku korbankan, berbalik menjadi bumerang untuk ku. Perasaan terkhianati oleh orang yang ku anggap teman, membuatku hancur. Bukan masalah iri atau dengki, aku hanya mempermasalahkan "diam" nya temanku. Aku bersamanya selama 9 tahun, aku mengenalnya sekian lama, aku berada dihadapannya setiap hari selama 9 tahun. Kami melalui banyak hal, Tapi ternyata dia tidak pernah menganggap aku seorang teman. Dia lebih memilih menjadi rivalku ketimbang teman. Padahal sedikitpun aku tidak pernah menganggapnya seperti itu, aku menghargai perrtemanan kami selama 9 tahun. itulah mengapa aku selalu diam, apapun yang dia lakukan terhadapku. Aku tidak membutuhkan penjelasan lain, aku hanya ingin dia bercerita padaku, dan tidak merahasiakan apapun, mengingat pertemanan kami, Tetapi dia memilih untuk diam dan tak bicara apapun. Ini yang membuat aku sakit, sekian lama kami berteman, nampaknya tidak ada artinya buat dia. Aku tidak pernah mengerti kenapa dia seperti itu. Tapi ini sudah membuka mataku, bahwa dia memang tidak layak ku anggap teman. Karena ternyata dia pun tidak pernah percaya padaku. Aku berusaha keras untuk melupakan semua, dan semua menjadi normal seperti sedia kala. Tapi perasaan terkhianati ku lebih menguasai fikiranku. Aku hanya berharap bisa menjalani semua seperti sedia kala. Aku akan bersikap normal seperti tdk pernah terjadi apa - apa. Walau untuk bisa dekat lagi dengannya membutuhkan waktu. Bahkan mungkin aku tak akan pernah bisa seperti dulu lagi. Pertemanan kami hanya sebatas, aku mengenalnya sekian lama, tapi tidak ada yang berkesan dalam perjalanan itu. Dia selalu menganggap aku iri dan dengki, aku tidak iri, aku hanya ingin dia mengatakan alasannya kenapa dia diam. Tapi sudahlah... manusia seperti dia tidak mengenal kata salah, dan tidak peka rasa, tidak pernah merasa kalau dia sudah menyakiti orang lain. Aku hanya berharap Tuhan akan membuka mata hatinya, dan tidak ada lagi orang yang akan tersakiti olehnya. cukup aku yang merasakan perasaan ini. Walau bagaimanapun, aku mengenalnya sekian lama, aku menghargai kebersamaan kami....

Senin, 18 Februari 2013

Mulutmu Harimaumu

" Aku sakit hati " ujarnya di ujung telepon dengan suara tercekat menahan tangis.
" Kenapa ?" 
" Aku menceritakan pada Rita, bahwa bu Alma mengatakan dia rese... "
" Kenapa bu Alma bilang seperti itu?"
" Ya... kata bu Alma, dia tau dari pa Erick, kalo Rita memprofokasi orang orang warehouse untuk mogok menuntut kenaikan upah"
" Apa bener Rita seperti itu?"
" Ga juga, mereka yang menandatangani petisi kemarin sore, lalu diserahkan ke Rita "
" Trus... "
" Aku cerita ke Rita, kalo bu Alma tadi pagi bilang ke aku seperti itu, eh Rita malah langsung telpon dan melabrak bu Alma, jelas bu Alma marah pdku, karena hanya aku yang diajak bicara masalah ini, aku dibilang pengadu domba" 
" Kenapa kamu ceritain ke Rita?"
" Aku cuma penasaran kenapa bu Alma sampai bisa blg seperti itu, pasti ada yang bilang ke dia kalo ini akal - akalan Rita "
" Trus ... "
" Ya aku benci aja sama Rita, buat apa dia labrak bu Alma, aku kan hanya menceritakan apa yang terjadi di sini, mulai sekarang aku ga akan cerita apa - apa lagi kalo ada sesuatu yg terjadi disini "

Aku terdiam entah harus berkata apa. Aku tidak

Minggu, 03 Februari 2013

BERHENTI...

" Kamu sudah bulat? beneran mau berhenti?"
" Ya..."
" Yakin? udah berpikir secara jernih?"
" Sudah..."
" Ga sayang? "
" Ga..."
" Kamu dirumah aja, nanti stress loh... Biasa kerja, berangkat pagi, ketawa ketiwi di kantor, selalu rapi dan wangi, nanti saat di rumah, ya ampuunnn, kucel, bau dapur, pake daster bolong - bolong lagi"
" Aku udah ga pernah tuh pake daster, tidur aja aku pake piyama..."
" Stress loh ngurus anak..."
" Loh?! anak - anak itu kan titipan Allah buat kita urus dengan tangan kita sendiri, ngapain setress??"
" Huuhh...!! tar lo jadi mak - mak rumahan yang mati gaya, yang ga bisa shoping - shoping, and beli barang - barang branded loh..."
" Hmmm... aku kan gaya and dandan juga buat suami aku, bukan buat orang lain, lagi juga ga perlu beli barang - barang branded, belom tentu juga suamiku tau itu barang branded ato ga... hahahah "
" Iiihh... kan apa - apa jadi musti minta ama suami..."
" Loh tugasnya suami kan memenuhi kebutuhan istri dan anak - anak nya, akan ku usahain minta yang seperlunya aja, kalo ga perlu... yaaa... aku tetep minta, tapi wat ku tabungin deh... heheheh..."
" Jadi tetep pada keputusanmu untuk keluar?"
" Ya... ga ada lagi yang aku khawatirkan... Aku sudah mantap untuk jadi stay home mom dan mendidik anak  anak dengan tanganku sendiri..."
" Whatever..."

:)

Rabu, 23 Januari 2013

Persahabatan

Aku ga ngerti, aku mengenalnya lebih dari 9 tahun. Kupikir aku telah mengenalnya dengan baik. Ku anggap ia seperti saudariku sendiri. Selama 9 tahun pertemanan kami, selama 7 tahun kami berada dalam 1 ruangan, menjalani hari - hari yang sama, melewati peristiwa - peristiwa yang sama, menghadapi masalah - masalah yang sama. Dalam rentang waktu itu pula, aku telah menceritakan hampir semua aktifitas hidupku dengan nya. Aku berfikir, hanya dialah teman ku satu - satunya diruanganku. jadi aku selalu berbagi cerita dengannya dengan harapan, dia pun menganggap aku teman baiknya, sahabatnya tempat berbagi suka dan duka. Namun ternyata harapanku bertepuk sebelah tangan. Berapa kali dia mengkhianatiku dengan menceritakan masalah pribadiku kepada orang lain. Dan ia menganggap masalah pribadiku bak dongeng yang wajib disebarkan kepada seluruh teman kami. Jika dia tidak suka dengan seseorang, ia akan menceritakan kebenciannya kepadaku, dan membuatku ikut membenci orang tersebut, dikarenakan aku merasa simpati dan solider, tak rela teman baikku diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Ia akan bercerita dengan menghiba, seolah dia sedang dizalimi oleh orang tersebut. Dan ketika aku percaya dengan omongannya dan aku menjaga jarak dengan orang tersebut, dia akan bersikap manis terhadap orang itu, seolah - olah dia tidak pernah mencerikan hal yang buruk tentang orang itu dan bagaimana perasaan dia terhadap orang tersebut. Dan ketika hal itu terjadi kepadaku, aku menceritakan tentang kelakuan buruk seseorang, ia akan menyakinkan ku dengan penuh semangat, bahwa aku ada dipihak yang benar, dan aku harus mengambil tindakan terhadap orang tersebut. Dan bodohnya aku percaya itu. dan aku melakukan apa yang dia katakan, semisal aku menegurnya dengan keras, atau aku mendiamkannya. Dan anehnya saat itu terjadi, lagi - lagi dia akan berlaku sangat simpatik pada orang yang kubenci seolah - olah dia tidak pernah berkata apa - apa tentang orang tersebut.