Seorang kawan tampaknya sedang dalam keadaan emosi ketika masuk kantor. Itu terlihat dari caranya masuk dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke kursi. Dia bercerita bahwa baru saja tertimpa musibah, Motor adiknya hilang. dicuri oleh orang yang tak dikenal di depan rumahnya. Padahal motor itu masih kredit. Dan bukan kredit pada leasing, tapi kredit pada seseorang. Kami yang mendengar sungguh prihatin. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan sesuatu karena aku pun pernah mengalaminya... kami hanya bisa menghiburnya dengan kata - kata "sabar..." walau aku tahu itu tidak akan membuat hatinya menjadi lebih baik. Masih dengan penuh kemarahan ia berkata ...
" Tuhan tidak adil!!! Mana Tuhan, Aku ga percaya adanya Tuhan!!!"
Seorang teman berusaha menenangkannya,
" Sabar, kamu lagi diuji..."
" Sabar sampai kapan? masa aku di uji terus, dari mulai ayahku meninggal, ibuku juga meninggal, sekarang...???"
" Istighfar man, ga boleh kaya gitu "
" Ah!!! apaan, mending gue Atheis aja kalo kaya gini, mana Tuhan, Tuhan tuh ga ada!!!"
Aku memahami kemarahannya, karena setahu aku dari cerita teman temannya kisah hidupnya memang sangat kelam.Dimulai sejak ayah dan ibunya meninggal, ia dan kakaknya harus mengasuh adik adik nya yang masih kecil. dan untuk bertahan hidup, dia pernah menjadi pengamen, lalu menjadi timer di terminal terminal angkot. Ditambah lagi dia tidak pernah mendapatkan didikan tentang agama. Orang tuanya yang beraliaran kepercayaan, membuatnya sangat buta tentang Agama, Apalagi ISLAM. Dia memilih menjadi seorang penganut ISLAM pun hanya dengan pengetahuan yang minin tentang ISLAM. Ditambah pergaulannya yang sangat jauh dari nilai - nilai ISLAM.
Setiap manusia pasti diuji, setiap ujian yang datang pastilah ada hikmah yang dapat kita peroleh. Bila kita berfikir secara jernih, ujian yang kita terima adalah suatu bentuk kasih sayang Alloh pada kita. Karena Alloh ingin kita mendekat pada_NYA, berbicara, berkeluh kesah hanya kepada NYA.