Aku ga ngerti, aku mengenalnya lebih dari 9 tahun. Kupikir aku telah mengenalnya dengan baik. Ku anggap ia seperti saudariku sendiri. Selama 9 tahun pertemanan kami, selama 7 tahun kami berada dalam 1 ruangan, menjalani hari - hari yang sama, melewati peristiwa - peristiwa yang sama, menghadapi masalah - masalah yang sama. Dalam rentang waktu itu pula, aku telah menceritakan hampir semua aktifitas hidupku dengan nya. Aku berfikir, hanya dialah teman ku satu - satunya diruanganku. jadi aku selalu berbagi cerita dengannya dengan harapan, dia pun menganggap aku teman baiknya, sahabatnya tempat berbagi suka dan duka. Namun ternyata harapanku bertepuk sebelah tangan. Berapa kali dia mengkhianatiku dengan menceritakan masalah pribadiku kepada orang lain. Dan ia menganggap masalah pribadiku bak dongeng yang wajib disebarkan kepada seluruh teman kami. Jika dia tidak suka dengan seseorang, ia akan menceritakan kebenciannya kepadaku, dan membuatku ikut membenci orang tersebut, dikarenakan aku merasa simpati dan solider, tak rela teman baikku diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Ia akan bercerita dengan menghiba, seolah dia sedang dizalimi oleh orang tersebut. Dan ketika aku percaya dengan omongannya dan aku menjaga jarak dengan orang tersebut, dia akan bersikap manis terhadap orang itu, seolah - olah dia tidak pernah mencerikan hal yang buruk tentang orang itu dan bagaimana perasaan dia terhadap orang tersebut. Dan ketika hal itu terjadi kepadaku, aku menceritakan tentang kelakuan buruk seseorang, ia akan menyakinkan ku dengan penuh semangat, bahwa aku ada dipihak yang benar, dan aku harus mengambil tindakan terhadap orang tersebut. Dan bodohnya aku percaya itu. dan aku melakukan apa yang dia katakan, semisal aku menegurnya dengan keras, atau aku mendiamkannya. Dan anehnya saat itu terjadi, lagi - lagi dia akan berlaku sangat simpatik pada orang yang kubenci seolah - olah dia tidak pernah berkata apa - apa tentang orang tersebut.