Sabtu, 02 Maret 2013

Dan terjadi lagi...

Akhirnya terjadi padaku....
Semua yang aku perjuangkan, semua yang sudah aku korbankan, berbalik menjadi bumerang untuk ku. Perasaan terkhianati oleh orang yang ku anggap teman, membuatku hancur. Bukan masalah iri atau dengki, aku hanya mempermasalahkan "diam" nya temanku. Aku bersamanya selama 9 tahun, aku mengenalnya sekian lama, aku berada dihadapannya setiap hari selama 9 tahun. Kami melalui banyak hal, Tapi ternyata dia tidak pernah menganggap aku seorang teman. Dia lebih memilih menjadi rivalku ketimbang teman. Padahal sedikitpun aku tidak pernah menganggapnya seperti itu, aku menghargai perrtemanan kami selama 9 tahun. itulah mengapa aku selalu diam, apapun yang dia lakukan terhadapku. Aku tidak membutuhkan penjelasan lain, aku hanya ingin dia bercerita padaku, dan tidak merahasiakan apapun, mengingat pertemanan kami, Tetapi dia memilih untuk diam dan tak bicara apapun. Ini yang membuat aku sakit, sekian lama kami berteman, nampaknya tidak ada artinya buat dia. Aku tidak pernah mengerti kenapa dia seperti itu. Tapi ini sudah membuka mataku, bahwa dia memang tidak layak ku anggap teman. Karena ternyata dia pun tidak pernah percaya padaku. Aku berusaha keras untuk melupakan semua, dan semua menjadi normal seperti sedia kala. Tapi perasaan terkhianati ku lebih menguasai fikiranku. Aku hanya berharap bisa menjalani semua seperti sedia kala. Aku akan bersikap normal seperti tdk pernah terjadi apa - apa. Walau untuk bisa dekat lagi dengannya membutuhkan waktu. Bahkan mungkin aku tak akan pernah bisa seperti dulu lagi. Pertemanan kami hanya sebatas, aku mengenalnya sekian lama, tapi tidak ada yang berkesan dalam perjalanan itu. Dia selalu menganggap aku iri dan dengki, aku tidak iri, aku hanya ingin dia mengatakan alasannya kenapa dia diam. Tapi sudahlah... manusia seperti dia tidak mengenal kata salah, dan tidak peka rasa, tidak pernah merasa kalau dia sudah menyakiti orang lain. Aku hanya berharap Tuhan akan membuka mata hatinya, dan tidak ada lagi orang yang akan tersakiti olehnya. cukup aku yang merasakan perasaan ini. Walau bagaimanapun, aku mengenalnya sekian lama, aku menghargai kebersamaan kami....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar