Siang itu aku dan seorang teman, mampir ke butik langganan kami. Walau butiknya kecil tapi karena terletak di salah satu perumahan elit di kabupaten Bogor, tapi barang - barang yang dijual lumayan bagus dan lengkap. Niat awanya sih cuma mau cari jarum pentul. Ketika kami sampai, saat itu sedang ada dua orang customer sedang melihat - lihat. Aku langsung menuju tempat koleksi kerudung, dan melihat - lihat koleksi terbaru. Setelah memilih 3 kerudung yang ku suka, aku begegas ke kasir. Karena aku tak mau berlama - lama. Takut khilap belanja. Heheheh... Di kasir sang owner sedang melayani dua custmer tadi. Dua orang wanita berusia sekitar 25 tahunan ku lihat sedang memilih - milih aksessoris. Awalnya aku tidak begitu memperhatikan, tetapi karena mengantri, mau tidak mau aku melihat juga. Ternyata mereka sedang membeli beberapa buah cincin, yang warnanya seperti emas. Dan sebuah gelang. Model - modelnya tak kalah bagus dengan model - model emas yang sedang trend. Aku pehatikan harga nya kisaran Rp. 40.000,- sampai Rp. 75.000,-
Tiba - tiba temannya berkata " udah yuk buruan, udah jam 2 loh "
"ya sebentar, " sahut temannya yg sedang sibuk memilih-milih cincin dan gelang. rupanya dia membeli 1 buah gelang berwarna emas kuning dan 2 buah cincin.
" mau masuk kantor lagi?" tanya si pemilik butik berusaha ramah.
" oh ngga, mau jemput anak saya yg sekolah..."
" sekolah dimana ?"
" di SD A****** (sebuah nama sekolah terkenal )
" ooo.... "
Aku mengernyitkan kening dan KEPO, kenapa mampu menyekolahkan anak di sekolah mahal, tapi koq beli emas imitasi? oh mungkin ini 'mba'nya pikirku, tapi ketika ku lihat dia mengendarai sebuah mobil, dan pakaiannya pun lumayan bagus. Aku melirik cincin dan gelangku, dan membandingkan dengan perhiasan imitasi tersebut, sekilas memang tampak sama, warnanya sama - sama mengkilap.
Aku sampailah pada kesmpulan, bedasarkan pengalamanku dulu, menunggui anak sekolah di TK, terkadang ada persaingan antar mama, pamer model baju terbaru, tren warna rambut, hp terbaru. Dan yaaa,,, perhiasan mereka pun memang mentereng dan bling - bling. Tapi aku tidak pernah menyangka, jika harus mengenakan perhiasan imitasi demi gengsi. Ingin di pandang tajir dan wah. Malu sekali rasanya kalo sampai ketahuan pake barang imitasi. Walaupun aku ga branded branded amat. Tapi bagi orang yang jeli, dan tau barang asli, dia akan bisa membedakan, mana yang asli dan palsu.
Ternyata memang susah untuk menjadi sederhana, ditengah gemerlapnya kenikmatan duniawi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar