Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, jika ia tidak merubah nasibnya sendiri.
Hmm... kata - kata itu memang benar adanya. Jadi inget di tahun 1997, ketika perama kali saya bekerja pada suatu pusat pendidikan di daerah Kalimalang. Awalnya saya belajar di sana, mengambil program D1, belum selesai saya belajar, eh.. ditawari bekerja sebagai Front Office, setelah itu meningkat lagi jadi Instruktur Part Time. Saya enjoy dengan pekerjaan itu,, tapiiii.... Bos nya... Gualaknya minta ampun. He he he... mungkin karena waktu itu saya baru pertama kalinya bekerja, jadi belum tahu seluk beluk dunia bekerja. Saya selalu pulang dengan sisa - sisa air mata saya. karena... kadang kala istri sang owner suka mengeluarkan kata - kata yang tak enak didengar, apabila kita melakukan kesalahan sekecil apapun. Pernah suatu hari saya merasa sakit hati yang tidak terperi, sampai - sampai saya berdoa dalam setiap shalat "saya ingin keluar dari tempat ini, tunjukan saya jalan" Saat itu saya masih terlalu naif, dan tidak berani keluar dari tempat saya bekerja, karena saya merasa berhutang budi pada istri sang owner, karena dia telah menawarkan pekerjaan pada saya. Dan satu hari di bulan MEI 1998 terjadi kerusuhan. Tempat saya bekerja dijarah, dan dibakar. untung 1 jam sebelum kejadian kami semua diperbolehkan pulang. Walau tempat bekerja saya hancur tetapi untung pemilik dan keluarganya selamat. Saya sedih... tidak percaya saya keluar dari perusahaan itu dengan cara seperti itu. karena setelah kejadian itu otomatis perusahaan tidak lagi beroperasi. Tapi saya ambil saja lah hikmahnya. Dan ketika saya bekerja di daerah Jakarta Timur, di sebuah perusahaan Ritel yang cukup besar dan terkenal. Lagi - lagi ... saya temui permasalahan yang sama. Tetapi.. saya telah belajar dari pengalaman dahulu, bahwa tipikal orang - orang dari etnis tersebut ya... memang seperti itu. Bicara seenaknya karena merasa dia punya uang dan kuasa atas karyawannya, tetapi memang ga semua juga seperti itu sih... Saya bekerja disana selama 5 tahun. dan menemukan Jodoh saya di sana. Ketika pasangan saya keluar dari tempat tersebut, saya sempat galau. Bagaimana mungkin dia bisa bekerja di luar sana, sementara dia hanya mengenal dunia kerjanya di perusahaan ini? Tapi ternyata Tuhan memang menuntunnya ke tempat yang lebih baik, Dan setahun kemudian saya pun memberanikan diri keluar dari perusahaan tersebut, karena tidak tahan dengan tekanan yang saya terima. Walau dengan segala bayangan resiko tidak akan mendapatkan pekerjaan lain karena status saya yang sudah menikah.{ kata HRD saya waktu itu } khe he he... ternyata dia salah tuh...7 bulan setelah saya keluar, saya mendapatkan pekerjaan lagi di Daerah Jakarta Pusat. Memang waktu nya lama, karena saya menunggu sampai usia bayi saya 4 bulan. Dan ditempat inilah saya sekarang, sudah lebih dari 5 tahun yang lalu. Jauh lebih baik dari yang dulu. Tapi.... ada saat nya saya juga merasa jenuh, dan merasa bersalah kepada 2 malaikat kecil saya dirumah. Pingin banget setiap detik bersama mereka... So.. saat ini saya sedang mencoba usaha baru, siapa tahu impian saya untuk bisa bekerja di rumah tanpa harus meninggalkan anak2 saya, bisa jadi kenyataan. Dan saya yakin, jika saya bekerja keras Tuhan akan mengabulkan Doa saya. karena saya memang ingin merubah nasib saya. Dari sekedar Working Mom, menjadi Full Time Mom yang juga tetap punya penghasilan. Teman - taman yang merasa punya kisah dan impian yang sama dengan saya, dan juga ingin merubah nasibnya, atau sekedar ingin mencari tambahan, kita gabung yuk di dBC Network atau untuk lebih jelasnya bisa klik di sini
Saya yakin, Tuhan pasti akan merubah jalan hidup kita, jika kita berusaha untuk berubah. :>
Saya yakin, Tuhan pasti akan merubah jalan hidup kita, jika kita berusaha untuk berubah. :>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar