Sebenarnya sih... saya malu cerita hal ini, tapi... mungkin bisa dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya dari kejadian yang saya alami.
Cerita ini berawal saat saya dan keluarga hendak liburan tahun baru kemarin. sebenarnya bagi saya dan keluarga ga ada ritual khusus dalam menyambut tahun baru, saya lebih senang tahun baru itu dihabiskan di rumah, kumpul dengan keluarga dan mengadakan acara kecil2an seperti bakar ayam atau ikan, seperti malam2 tahun baru yang sudah2. Toh stasiun TV biasanya menayangkan acara yg bagus2 kalau malam tahun baru. lagi pula, kita bisa merenung dan merencanakan apa yg akan kita lakukan di tahun berikutnya. Entah kenapa mama saya sangat ingin sekali bermalam tahun baru di jalan. karena memang kita sudah berencana ingin liburan ke kampung halaman di ciwidey. Maka berangkatlah kami dari bogor sekitar jam 2 siang via tol cipularang, karena katanya jalur puncak sudah ditutup. Sebenarnya saya agak takut juga loh kalo lewat tol Cipularang, yah... semua karena saya denger cerita2 serem agak2 mistis gitu. tapi Alhamdulillah kami sampai bandung dengan selamat. malah masih terlalu sore sampainya. Kita sampai di alun - alun Bandung sekitar jam 7 malam, tapi karena kita salah parkir, bukan menghadap depan panggung, malah dibelakang panggung, akhirnya jadi BT sendiri, karena nonton punggung penyanyinya. kha ha ha... Melihat roman muka anak dan keponakan saya yang mulai2 BT, maka kita putuskan untuk menyambut tahun baru di depan area wisata kawah putih. Setelah makan malam kami meluncur ke kawasan kawah putih. Di pelataran parkir sudah penuh dengan kendaraan, ditambah lagi saat itu hujan gerimis dan udara yang dingin menusuk tulang, membuat saya benar2 kangen sama bantal dan guling saya di rumah. setelah menunggu kurang lebih sekitar 2 jam dihibur band lokal *sampai2 saya tertidur di mobil* Pesta kembang api dimulai. Yaaahh... lumayan meriah lah. karena kebetulan saya juga terpaksa membeli kembang api karena si kaka *anak saya yang paling besar* merengek minta dibelikan. Gemuruh suara kembang api membuat langit ciwidey terlihat terang malam itu, di timpali raungan suara motor dan klakson mobil. Setelah pesta kembang api selesai, kami terjebak macet. kha ha ha... hampir 1 jam dipelataran parkir ga bisa keluar. Begitu sampai di rumah kake, saya langsung tertidur pulas.
Sementara itu, berapa ratus kilo meter dari rumah kake yang nyaman dan tenang di kaki bukit yang subur, indah dan makmur *lebay*, my home sweet home di Bogor, dijarah maling!!! kejadian ini baru ketahuan besok siangnya, saya ditelepon dan dikabari bahwa.... rumah saya dimasuki orang lewat genteng dan menjebol eternit, saudara - saudara.... Dengan galau mode:on my hubby terpaksa pulang. karena anak2 masih betah di kampung. lewat telepon dia menceritakan kondisi rumah yang acak - acakan, akibat semua isi lemari keluar. Ga usah dihitung lah kerugian materi yang saya alami, bikin dada saya nyesek, tapiiiii.... yang bikin saya tertawa adalah: ketika my hubby mau makan dan teringat spicy chick n fried chicken di kulkas, ternyata itu pun sudah raib. buah2an untuk my baby pun lenyap. Korned dan sosis kesukaan kaka pun, gone!!!!
Kesimpulan saya adalah : seberapapun saya merasa aman dirumah saya sendiri, sudah seharusnya saya tetap waspada. Karena dari yang saya lihat, mereka mencari2 ditempat yang ga kita duga2. seperti di kolong tempat tidur, dibawah kasur, sampai2 kardus pakaian bekas pun mereka acak2. saya jadi berfikir, "emang masih ada ya? orang yang naruh uang dibawah kasur, ato dibawah lipetan baju?" tapi itulah maling. mereka mencari semua sudut. tapi dari semua itu yang bikin saya kesal adalah,cuti akhir tahun saya habiskan untuk membereskan rumah dan mencuci kembali pakaian yang kotor karena di injak2 sang maling.... Huh!!!! awal tahun 2012, pahit yang saya terima.
tetapi semoga itu menjadi pahit di awal, untuk mengecap manis sepanjang tahun. Amiiinnn.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar