Minggu, 12 Agustus 2012

Kuping Nakal

Aku sedang menenggelamkan diri dalam bacaanku tak jauh dari  sebuah kafe di kawasan perbelanjaan Bogor sore itu. Sambil menunggu seorang kawan yang belum juga datang. Keasikanku terusik oleh suara isak tangis seorang gadis yang tengah menelpon tak jauh dari tempatku duduk. Rupanya ia tengah bertengkar dengan seseorang di telpon. Aku mencoba mengacuhkannya dan kembali tenggelam dengan bukuku. Tapi bukannya mereda, tangis gadis itu pecah. Ia menangis sesegukan seraya mengeluarkan sumpah serapahnya. Aku menaikan alis mataku "seru nih !!" bathin ku.

"Aku mengerti kalau memang itu yang kamu mau, aku rela kamu melakukannya di depan mataku, asal jangan dengan orang yang ku kenal" ujarnya dengan suara tercekat, aku menajamkan kupingku. Aku tahu menguping pembicaraan orang adalah tidak baik, tapi aku ga tahan. Hihihi...
" Dulu C, sekarang M... kenapa sih? Kenapa harus teman-teman terdekatku, orang - orang yang kenal baik denganku yang harus kamu ajak M*..."
"HaH!!!" aku tercekat
" Kamu tahu ga sih? kamu tuh udah kaya piala bergilir, aku kan malu punya cowok kaya kamu, muka aku mau ditaruh di mana, punya cowok celamitan Kamu tuh anggap aku apa?"

Aku berdiri dan segera berlalu, aku tak tahan mendengarnya. Walau dalam hati bertanya - tanya, " Inikah potret remaja masa kini?"
Aku bergidik....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar