Sabtu, 09 Januari 2016

PUTRI SALJU VOL. 2



Seperti  versi Disney nya, kisah Putri Salju pun ada lanjutannya, yaitu Pembalasan si Nenek Sihir.

Cerita dimulai ketika pihak istana memberitakan bahwa Putri Salju yang sudah hidup bahagia di Istana bersama Pangeran muda, akan dinobatkan menjadi permaisuri kerajaan. Hal ini sampai ke telinga anak Nenek sihir dan sahabat karib nenek sihir yaitu dedemit hijau *) seram yaa (*

Si anak nenek sihir tidak terima dengan kematian ibunya, maka dia meminta bantuan pada dedemit hijau untuk membangkitkan kembali si Nenek sihir, akhirnya dengan bantuan roh – roh penghuni hutan, nenek sihir bangkit kembali untuk membalas dendam pada Putri Salju dan Pangeran Muda. Dedemit hijau merapal mantra pembangkit nenek sihir sebagai berikut :

“ Wahai roh – roh penghuni hutan ini, bantulah aku si dedemit hijau, bangkitkan kembali nenek sihir sahabat kami, ara wara huma sumak, bangkitlah kau nenek sihir!!!!” lalu terdengar suara bergemuruh dan lengkingan tawa si nenek sihir.
“ Ahahahahaa... terima kasih wahai dedemit hijau, kau memang sahabat sejati, kini aku hidup kembali. Haiiii Putri Salju dan Pengeran Muda, tunggulah pembalasanku, ahihihiihiihii...”
Dan begitulah, akhirnya si nenek sihir hidup kembali dan merencanakan rencana  jahatnya untuk membalas dendam pada Putri Salju dan Pangeran Muda. Sempat terjadi pedebatan antara nenek sihir dan dedemit hijau bagaimana cara melampiaskan dendam nenek sihir pada mereka berdua. Dedemit hijau inginnya memperistri Putri Salju, karena dia tertarik dengan kecantikan sang putri. Tetapi anak nenek sihir menentangnya ;
“ Aahh... dedemit hijau sih maunya begitu bu, Putri salju tidak kita bunuh, dan bantuan datang dari istana, maka selamat lagi dia...”
“ yayaya... benar katamu anakku, baiklah kita ambil keputusan, culik langsung bunuh!”
“ Ya sudah kerjakan saja oleh kalian sendiri, aku tidak mau membantu kalian, aku tidak dapat apa – apa, anakmu akan menjadi permaisuri, sementara aku??”
Akhirnya setelah berdebat panjang, nenek sihir menyetujui usul sang dedemit hijau, setelah Putri Salju berhasil diperistri oleh dedemit hijau, maka mereka akan membunuh sang Putri.  Maka disusunlah skenario penculikan sang putri.

Sementara itu di istana Putri Salju, murung karena sering bermimpi buruk. Hal ini sangat membuat prihatin Pangeran Muda, dia memutuskan untuk pergi ke hutan menjemput para kurcaci untuk menghibur Putri Salju, tapi Putri menolak dengan alasan, setelah mimpi buruk itu hilang, pasti suasana hatinya akan membaik. Akhirnya Pangeran memanggil paman pengasuh untuk menterjemahkan mimpi sang Permaisuri. Paman pengasuh pun berpesan agar putri dan pangeran berhati – hati dan menggandakan pengawalan di istana.

Pada suatu malam, hujan turun dengan derasnya, dengan petir bersahut – sahutan, membuat para penjaga istana mengantuk. Ditengah deras hujan, tanpak dua orang mengendap – endap hendak memasuki istana, dan seorang pengawal memergokinya.

“Hei...Siapa Di situ??!!! Berani – beraninya kau memasuki istana?” Bentak sang pengawal tegas
“ Maaf kan kami tuan, kami kehujanan di jalan. Ijinkan kami untuk berteduh di dalam” Hiba sang kakek tua pada pengawal
“ Orang asing dilarang memasuki Istana!!!” Bentak pengawal lagi, yang membuat kakek tua itu marah.
“ Hei... pengawal sombong, kau tidak tahu berhadapan dengan siapa? Aku Dedemit hijau!!! Lihat mataku....”
Pengawal itu tercekat, tidak bisa berbicara...
“ Ara wara huma sumak, matilah kau pengawal sombong, hiyyyaaaaaa!!!!”
Diiringi suara gemuruh, terdengar suara pengawal yang memekik meregang nyawa, nenek sihir tertawa terbahak2. Setelah melumpuhkan seluruh penjaga, mereka bergegas ke kamar pangeran dan putri salju. Ketika tiba di kamar pangeran, sang dedemit merasa jeri melihat keris sang Pangeran, maka dia merapal ajian membuat sang pangeran tak sadarkan diri. Lalu sang nenek sihir dengan kasar membangunkan Putri salju.

“ Hei... putri salju, bangunlah... dan lihatlah siapa kami ini...” mereka terkekeh – kekeh tertawa.
Putri salju yang merasa masih bermimipi, terbelalak demi melihat kehadiran dua orang aneh di hadapannya.
“ oohh... mimpikah aku? Kau... kau si nenek sihir itu? Bukan kah kau sudah mati? Mau apa kalian datang kemari? “
“ Hahahaha... tidak ada kata mati dalam sejarah nenek sihir, ayuh dedemit hijau, bawa dia kita menyingkir dari sini...”
Lalu dedemit hijau memboyong Putri Salju dengan paksa, sekuat tenaga putri meronta dan berteriak, tetapi tak satupun yang bisa menolong, karena seisi istana sudah dilumpuhkan oleh ajian sirep dedemit hijau.

Keesokan paginya, Pangeran Muda murka demi mendapati permaisurinya hilang dari istana.
“ T***l... t***l... semua!!! Istana bisa dimasuki orang, dan menculik permaisuri!!!”
“Sabar baginda Pangeran...” Paman pengasuh menenangkan.
“Semalam hujan sangat lebat, seorang pengawal terbunuh, dan baginda sendiri pingsan. Nampaknya yang masuk bukan orang sembarangan Baginda”
“Siapa kira – kira orang yang berani memasuki istana dan menculik permaisuri paman?”
“Nampaknya ini ulah nenek sihir, baginda...”
“Nenek sihir? Bukankah dia sudah mati di ujung kerisku ini? Bagaimana ini bisa terjadi paman? Dan nampaknya mimpi permaisuri menjadi kenyataan...”
“ Sepertinya dia mendapatkan bantuan baginda, demi keselamatan sang putri, saya sarankan, baginda untuk meminta bantuan pada Dewi Wulas Asih...”
“Dewi wulas asih? Bagaimana caranya paman?”
“ Baginda harus bertapa di hutan, dan jika berkenan Dewi wulas asih akan menolong permaisuri dengan caranya”
“ Baiklah paman, aku akan memohon pada Dewi wulas asih, dan sementara itu, urusan istana aku serahkan pada paman”
Lalu berangkatlah sang Pangeran untuk memohon bantuan pada Dewi Wulas Asih, dengan cara bertapa selama beberapa malam di hutan. *) Jadul banget kan... pake bertapa di hutan (*

Lalu cerita beralih ke tempat di mana putri salju disekap oleh nenek sihir dan dedemit hijau. Sia sia sang putri menghiba dan memohon pada nenek sihir untuk dilepaskan, mereka hanya tertawa – tawa puas.
“Lepaskan aku, nenek yang jahat... apa salahku padamu? Mengapa kau menyiksa aku seperti ini?”
“ Salahmu? Salahmu adalah menjadi penghalang, bagi anakku untuk menjadi permaisuri, untuk itu aku harus membunuhmu, tapi si dedemit hijau ingin memperistrimu dulu, yaaa,,, nikmati saja sisa umurmu, Putri salju...”
“ Aku tidak akan pernah mau menjadi istrimu, dedemit hijau, lebih baik aku mati... dan jika kau mau anakmu menjadi permaisuri, aku akan meminta pada pangeran muda, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik”
“sudah lah... tidak usah dengarkan ocehan putri salju bu, lebih cepat lebih baik. Aku sudah tdak sabar ingin bertemu sang pangeran”.
Lalu nenek sihir meminta bantuan dedemit hijau untuk merubah wajah anaknya agar secantik Putri Salju. 
“Heii... kau anak nenek sihir, lihat aku dan makan buah ini, ikuti kata – kataku, ‘ara wara huma sumak, jadikan wujudku menyerupai putri salju...’” Dedemit hijau merapal mantra pada anak nenek sihir untuk berubah rupa si anak nenek sihir menyerupai putri salju.
“ Ara wara huma sumak, jadilah wujudku menyerupai Putri Salju...” habis berkata demikian, si anak nenek sirih berubah wujudnya menjadi putri salju. Dia sangat senang sekali.
“ Aaahh ibuuu... sekarang wajahku cantik sekali, hahahaha...”
“ Nah nek, anakmu sudah secantik putri salju, hanya suaranya saja aku tidak bisa merubahnya...”
“ ya...ya... yaa... mengenai suara dia bisa saja berbohong nanti, nah nak cepatlah kau kembali ke istana, temui pangeran muda seperti yang ibu ajarkan padamu, nanti jika putri salju telah kita bunuh, ibu akan menyusulmu, tentu dalam wujud yang lain...”
“ Hai nak... Dengar pesanku, jangan kau pandang Pangeran Muda lama – lama, bisa luntur ilmu yang ku rapal padamu, dan jika putri yang asli bisa selamat dan kembali ke istana, maka wajahmu akan kembali ke semula...”
“ Hei... dedemit hijau, mana mungkin Putri Salju bisa selamat? Kan nanti dia kita bunuh, kecuali kau punya rencana lain...”
Dedemit hijau mendengus kesal. Nenek sihir terkekeh senang. Putri Salju meratapi nasibnya.

Tak berapa lama, anak nenek sihir telah sampai di istana, hal ini membuat istana gempar. Hanya Paman pengasuh yang tampak bimbang. Karena kedatangan Putri Salju lebih cepat dari pertapaan Pangeran. Esok harinya setelah beberapa lama meninggalkan istana untuk memohon pertolongan pada Dewi Wulas Asih, Pangeran kembali ke Istana. Dia terkejut sekaligus senang mendapati permaisurinya telah ada di istana.

“ Kau sudah kembali, putri Salju?”
“ Aahh... Iya kanda pangeran, aku sudah sangat rindu sekali, ingin bertemu kanda...”
“ mengapa suaramu berubah?”
“ aahh... mengenai suraku, ini karena pengaruh cincin penghuni hutan kanda...”
“ Paman, rupanya Dewi Wulas Asih, sudah mengabulkan permintaanku...” seru pangeran riang
“ Sabar Baginda Raja, Dewi Wulas Asih akan menyerupai wujud lain dalam memberikan pertolongan,”
“Apa maksud paman? Aku tidak mengerti? “
“ Apa maksud paman pengasuh? Sepertinya sejak kehadiranku kembali, paman tidak senang, Kanda pangeran, apakah wajahku jelek? Aku kan masih cantik seperti dulu kandaaa, bukankah begitu?” sela Putri salju Palsu.
“ Ah... sudahlah... aku bingung. Mungkin kita semua sedang lelah. Aku mau istirahat dulu, besok saja kita bicarakan paman...”
“ Baik... baginda.” Paman pengasuh pun pergi, meninggalkan pangeran dan Putri Salju.
“ Aneh juga Putri Salju, sifatnya pun berubah, tidak lembut seperti dulu...” Bathin Sang Pangeran.
“ Ada yang aneh kanda pangeran?” merasa diperhatikan, putri salju bertanya.
“ Aah... ah... tidak ada apa – apa. Aku hanya sangat lelah, sudahlah aku mau tidur dulu.”
“ Aaahh... silahkan kanda pangeran, aku ingin bermain bersama dayang – dayang, aku ingin bermain sepuas hatiku...”

Begitulah kehidupan baru yang bahagia si anak nenek sihir. Sekarang kita beralih ke putri salju yang meratapi nasib malangnya. Sejak dia lahir, dia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan. Dia teringat masa kecilnya yang tidak bahagia, karen ibu kandungnya sangat membenci putri salju tanpa alasan. Lamunannya dikejutkan kedatangan Dedemit hijau, yang mulai kesal karena, rayuannya tidak mempan terhadap putri salju.

“ Sepertinya ada yang mengganggu kita nek, segala ilmuku sudah ku gunakan untuk menundukkan kekerasan  hati Sang putri, tapi tidak berhasil..” Dengus dedemit hijau kesal.
“ Kalian tidak ada yang mengganggu, tapi niat Jahat kalian, tidak di kabulkan oleh Yang Kuasa, Yang Kuasa membenci orang – orang jahat seperti kalian...”
“ Aaahh... hentikan ocehanmu anak manis... aku mulai muak dengan kesombonganmu, lebih baik aku bunuh saja kau sejak awal seperti kata si nenek sihir...”
“Hahaha... Bagus! Bagus dedemit hijau, itulah kata – kata yang aku tunggu – tunggu darimu, ayo kita bunuh saja dia... “ nenek sihir bertepuk tangan senang.
“ Ayo... bunuh saja aku, nenek yang jahat... lebih cepat, lebih baik aku mati..” Tantang Putri Salju tak gentar.
Lalu mereka merapalkan ilmu untuk membunuh Putri Salju,
“ Hentikan perbuatan jahat kalian!!!” sebuah suara yang lembut namun tegas terdengar membahana, mereka berdua terkejut.
“ Hei... siapa kau berani – beraninya mengganggu Nenek sihir dan Dedemit hijau, kau cari mati rupanya...”
“ Aku dewi  wulas asih, tugasku adalah, untuk menyelamatkan puri salju, dari rencana jahat kalian, bebaskan dia...”
“Rupanya kau tidak tahu berhadapan dengan siapa, wanita cantik yang sombong, hayo nek, kita satukan ilmu untuk menghancurkan perempuan sombong ini... “
Lalu mereka menyatukan ilmu mereka untuk menyerang Dewi Wulas Asih. Dan terjadilah pertempuran dua lawan satu. Tapi Dewi Wulas Asih bukanlah tandingan mereka.

“ Kalian sudah kuperingatkan... Dasar kau nenek sihir yang jahat, dan kau dedemit terkutuk, terimalah hukuman dariku... “ tiba – tiba terdengar sambaran kilat, dan teriakan dari keduanya.
“ooohhh... tamatlah riwayatku, ini semua gara – gara menolongmu nek, ooohhh mati akuuuu....”
“ Rupanya aku harus mati untuk kedua kalinya, mana anakku?... ooohhh selamatkan dirimu nak...”
Itulah kata – kata terakhir nenek sihir dan dedemit hijau.

“ Terima kasih telah menyelamatkan ku, Dewi Wulas Asih, Dengan apa harus ku balas jasamu?” seru putri salju.
“ ooh... jangan berkata seperti itu anak manis, bukankah kita harus saling tolong menolong? Mari... pejamkan matamu, akan ku antar kau kembali ke istana, Ingat pesanku nak. Jika nanti kau bertemu dengan si anak nenek sihir, wajahnya akan kembali kesemula, jangan hukum dia, maafkan dan kembalikan ke hutan ini. Mengerti anak manis?”
“ Baik Dewi Wulas Asih...”
“ Nah pejamkan matamu...”

Sekedipan mata... putri salju telah kembali ke Istana, dan lagi – lagi seisi istana kembali heboh, karena ada dua putri yang sama.
“ Tenang... tenang semua...” Pangeran berusaha menenangkan rakyatnya.
“ Pengawal cepat panggil permaisuri kemari...” perintahnya
“ Dan kau putri salju, tunggulah di sini, mungkin paman pengasuh dapat memecahkan masalah ini...”
“Baik kanda pangeran...”
Lalu masuklah Putri Salju gadungan
“ Kanda memanggil hamba? Ada apa gerangan? Mengapa orang berkumpul begitu ramai di sini kanda?”
“ Coba kau lihat di sebelahku ini, apa dia saudara kembarmu?”
Putri Salju gadungan terbata – bata
“ Ayo lihat... kenapa kau memalingkan mukamu kesana?”
“aaahh... tidaaaakk... ampuuunnn... Panaaaasssss!!!”  teriak putri salju Palsu. Dan seisi istana terkejut.
“ Rupanya ini wujud aslimu, anak nenek sihir? Kau tahu apa hukuman bagi orang yang berani menipu seisi istana? Yaitu di ujung tiang gantungan!!”
“ Ampuun... Baginda Pageran, ini semua bukan salahku, aku hanya menuruti keinginan ibuku, aku mohon ampuni akuu...” Hiba anak nenek sihir
“ Tidak ada ampun bagi orang yang berani menipu seisi istana, Pengawal...!!!
“ Sabar kanda Pangeran...” Putri salju menenangkan pangeran
“ Sesuai pesan Dewi Wulas Asih, Ampuni dia dan bebaskan dia. Bukankah kita akan lebih mulya jika memaafkan orang yang sudah menyakiti kita? Ingat, semua ini pesan Dewi Wulas Asih... “
“ Dewi Wulas Asih?”
“ Ya ... kanda Pangeran, bebaskan dia, dan kembalikan dia ke hutan...”
“ Baiklah... jika ini keinginanmu. Dan kau anak nenek sihir, berkat kebaikan hati permaisuri, kau aku ampuni. Jika kau berjanji untuk hidup dengan baik dan tidak mengulangi perbuatanmu lagi...”
“ Baik baginda, Dan mulai saat ini aku hidup sendiri, ibuku sudah tiada lagi...”
“Pengawal, antarkan dia kembali ke rumahnya di tengah hutan, bawalah perbekalan yang cukup untuknya. Setelah itu, cepat kalian kembali ke istana, istana membutuhkan banyak orang untuk membereskan semua kekacauan ini.”
Kemudian para pengawal mengantarkan si anak nenek sihir ke dalam hutan, dengan perasaan malu dan sedih.

“ Hatimu sunggu mulia putri Salju, kau masih bisa memaafkan orang yang berniat mencelakaimu... “
“ Semua ini karena pesan Dewi Wulas Asih, kanda pangeran... “
“ aahh... yaa... sudahlah. Kita istirahat saja, kau pasti sangat lelah dengan semua yang terjadi. Setelah ini kita bangkit, untuk membangun kerajaan yang sangat kita cintai ini...”
“ Baik lah, kanda Pangeran...”

THE END...

Naaahh ... ending yang romantis kaann... permasalahan itu pasti akan selalu ada, tapi pastikan di akhiri dengan indah. 
So sweet yaa... kisah putri salju vol. 2 ini. Kalau kata aku siih... aga – aga mirip sama kisah cinderella twist in time, di mana sang ibu peri kehilangan tongkat wasiatnya, dan ditemukan oleh saudara tiri cinderela yang mengubah dirinya menjadi menyerupai cinderella, dan hampir menikah dengan sang pangeran. Aku belum riset lagi sih, kisah cinderela yang itu di tahun berapa, bisa jadi juga kisah Putri Salju Vol 2 ini, diadaptasi dari kisah Cinderella twist in time itu...

Anyway di kaset ini juga dihiasi 3 lagu juga looh...

1.       Putri salju vol 2 ( saat kebangkitan nenek sihir )
2.       Haruskah ku menangis lagi ( saat putri salju di culik )
3.       Mari bergembira ( Ending song )

Nanti aku posting lagi lagu – lagunya.

1 komentar:

  1. Ini aku dulu punya kasetnya, kakak punya link audionya yg full enggak?

    BalasHapus