It's 12.38 AM, and i still awake...
Entah kenapa hari - hari ini ada perasaan yang aku sendiri ga ngerti apa namanya. Berawal dari perjumpaan yang tak sengaja, pagi itu di stasiun kereta. Sosok yang telah lama menghilang, tapi terkadang masih menyisakan kerinduan. Ah... dia telah jauh berubah, semakin cantik dan anggun dalam balutan busana muslimah yang menutup rapat auranya. Tiga belas tahun yang lalu, dia adalah sosok gadis yang ceria yang mengikuti fashion sesuai jamannya. Masih ku ingat betul rajukan manjanya sambil bergelayut di lengan ini. Dia begitu mungil, hingga sering tenggelam dalam dekapan ku. Masih ku ingat betul suara manja namun tegas ketika menanyakan arah hubungan kami...
" Mas serius ga sih sama aku?" tanyanya seraya menatap lekat ke dalam bola mataku. Tatapan itu begitu tajam, hingga mampu menggetarkan hatiku setiap kali mata kami bertemu. Aku hanya tersenyum, lalu dengan gemas ia akan mencubit lenganku, hingga aku menjerit kesakitan.
" Maaasss... "
" Iyaaa... apa sih?"
" Mas serius ga?!"
" Serius apa?"
" Sama akuuuuu...."
" Kalau aku serius emang kenapa?"
" Kenapa mas ga pernah bilang suka sama aku?"
Aku menggaruk garuk kepala ku yang tidak gatal, Hanya lelaki bodoh yang tidak menyukai gadis manis di depan ku ini, Tapi lidah ku terasa kelu, hanya tuk sekedar mengucap kata suka. bibirku terkunci rapat saat ingin ku utarakan perasaanku sesungguhnya. Aku hanya bisa merutuki kebodohan dan kepengecutanku. Dan aku akan membiarkan gerutuan manjanya hingga kereta yang kami tunggu - tunggu datang dan membawa kami dalam kepadatan yang menyesakkan. Tubuhnya yang mungil membuat siapapun tak tega membiarkannya tenggelam dalam lautan manusia dengan beragam aroma yang memusingkan. Aku selalu ingin melindunginya, selalu mendekapnya erat dalam rengkuhanku agar tidak terdorong kesana kemari oleh penumpang yang lain, yang harus berjibaku dalam angkutan yang tak memnuhi standar kemanusiaan ini. Tak pernah ada rasa lelah saat aku bersamanya, Celotehan riangnya selalu membuat ku tertawa, dan membuatku selalu ingin cepat cepat bertemu dengannya. Andai saja aku punya keberanian untuk mengungkapkan yang sesungguhnya...
Hingga akhirnya saat itu tiba, saat dimana dengan berat hati aku harus melupakannya, harus menjauh dari
kehidupannya, sampai - sampai aku tidak berani menunggu kereta di stasiun yang sama ketika kami pulang. Aku menghapus semua jejak ku. Menghindarinya sebisa mungkin. Walau mata ini terasa panas setiap kali aku melewati stasiun itu, dan aku melihatnya di sana. Berdiri di sudut peron, tempat di mana ia selalu menungguku. Wajahnya yang manis selalu berharap. Matanya tajam menatap ke arah pintu masuk. Aku melewatinya setiap hari. Aku melihatnya dari dalam kereta, ia menungguku tapi aku tak pernah mendatanginya. Dadaku sesak setiap kali memandangnya. Hingga suatu hari aku pulang cukup larut dari kantor, dan naik kereta terakhir, Ya Tuhan,,, Gadis itu masih duduk di sana dengan wajah penuh harap. Aku ingin sekali menyapanya, merengkuh tubuhnya, tapi tubuhku terasa kaku. Kaki ku terasa terhujam ke dalam bumi, aku tak dapat bergerak. Ingin sekali aku memanggil namanya, tapi lidah ku kelu, membisikan namanya pun aku tak mampu. Aku begitu merindukannya... Tapi aku tak boleh bersamanya. Aku tak ingin ia terluka karena aku, tak ingin ia tersakiti oleh ku, Karena sebenarnya aku tidak lah sebaik yang ia fikirkan.
Aku sudah berkeluarga dan punya seorang putra. Aku menikah karena kami di jodohkan. Karena orang tuaku berhutang budi pada keluarganya. Tapi pernikahanku seperti neraka. Aku tak bisa mencintai istriku, betapa pun aku berusaha mencintainya. Sifatnya yang keras akibat selalu dimanja. Karena dia anak tunggal dan dari kalangan orang berada. Aku tak pernah dihargai sebagai suami, aku dianggap lelaki yang menghancurkan masa depannya. Karena sebelum menikah dengan ku, dia punya kekasih tapi tidak disetujui orang tuanya. Dan Gadis ini, tiba tiba masuk dalam kehidupanku. Aku tidak pernah merasakan getaran seperti ini kecuali dengannya. Entah mengapa, segala problema yang ku hadapi seolah mencair begitu aku melihat senyumnya. Kadang aku menyesali kenapa tidak lebih dulu aku bertemu dengannya.
Aku masih berharap melihatnya duduk menunggu di sudut peron itu, dan matanya masih mencari cari ke arah pintu masuk. Persis seperti 2 tahun yang lalu saat aku mencoba melupakannya. Aku berharap dia belum melupakan aku, dan berharap masih bisa meraih hatinya kembali. Persoalan ku dengan istriku telah selesai. kami berpisah. Karena betapapun aku berusaha mempertahankan, semua sudah tidak berguna lagi. Ia tetap keras dengan pendiriannya. Ia pergi ke Amerika menyusul kekasihnya, dan meninggalkan aku dan bayiku begitu saja.Anehnya... aku justru merasa lega. Kadang aku berfikir aku tidak waras. Istriku pergi meninggalkan aku dan anaknya, aku justru merasa lega.Aku menunggu hingga kereta terakhir berhenti di hadapanku, gadis ku tak pernah muncul. aku menunggunya seminggu, sebulan, bahkan hampir setahun. Aku menyesal kenapa ku buang semua kontaknya. Aku merutuki diriku sendiri. Aku mencarinya ke tempat kerjanya dulu, Tapi mereka pun tidak tahu dimana dia sekarang. Mereka hanya bilang ia sudah resign setahun yang lalu dan tidak tahu dimana alamatnya.
Dan kini, 13 tahun telah berlalu, aku telah menambatkan hatiku setelah lelah mencarinya, aku berjumpa lagi dengannya. Sempat terlintas sesal dalam hatiku, tapi kala ku ingat wajah ketiga buah hatiku, aku membuang rasa itu jauh - jauh. Tapi aku bahagia melihat perubahan dalam dirinya, aku bersyukur ia telah menemukan pria yang baik yang jadi pasangannya, walaupun jauh di lubuk hatiku, aku berharap akulah yang berada disampingnya, merengkuhnya, menjaganya ... Bisa bersamanya hingga tua.
Tuhan pasti punya rencana dibalik pertemuanku dengannya. Seperti kata - katanya tadi pagi : "AKU DAN BAHAGIAKU, KAMU DAN BAHAGIAMU, DAN PADA AKHIRNYA KITA MEMPUNYAI ARTI KATA BAHAGIA YANG BERBEDA "
Ya... saat ini, kita telah hidup masing - masing dan menemukan arti bahagia itu sendiri. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiannya, dan semoga dia pun melakukan hal yang sama.
Bojong Gede, 27 Oktober 2012
For my luvlybaby, you will always have a place deep down in my heart <3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar