*Nada dering Hp lagu lawas dari group "The Cover Girls - We can Go Wrong"*
" Assalamu alaikum..." nada lembut diseberang sana menyapa,
" Wa alaikum salam ... " jawabku dengan senyum sumringah,
" Lagi ngapain sweet...? sudah makan siang? sudah sholat dzuhur?"
" Masih berkutat dengan berkas - berkas, belum makan, dan belum sholat..."
" Sholat dong, trus makan..."
" Iya sebentar lagi, Hubby dah makan, dah sholat?"
" Baru selesai makan, dan baru mau sholat..."
" Makan siang sama apa hari ini..."
" Pakai sayur....*menyebutkan menu makanan*"
" Koq makannya cuma sama sayur-sayuran..."
" Iya... takut gemuk "
" Emang ada yang protes yah kalo gemuk?"
" Ga ada sih, tapi ga apa - apa. kan biar sehat... he he he..."
" Ooohhh..."
" Ya udah deh ... jangan lupa Sholat dan makan ya... Love you, Assalamu alaikum..."
" Love you too ... Wa alaikum salam wr wb..."
*telpon ditutup*
Usai menutup telepon, ku lihat tatapan aneh teman - temanku, membuat ku kikuk...
" Telepon dari siapa itu?" selidiknya
" My Hubby..."
" Semesra itu...?"
Aku diam, merasa heran. Telpon mesra dengan suami emang ga boleh ya...??
Aku memang setiap hari seperti itu dengan suamiku... saling mengingatkan. Bahkan kadang suamiku menelpon untuk hal - hal yang menurutku kurang penting, tapi bisa menjadikan stress karena tekanan pekerjaan menjadi sedikit longgar, akibat sapaan - sapaan suami ku atau pun guyonan - guyonan nya. Dia pun seperti itu, kala tekanan di kantornya membuat kepalanya seperti mau pecah, ia akan kirim sms untuk menanyakan kegiatanku sedang sibuk atau tidak agar ia bisa menelpon aku. Katanya dengan mendengar suaraku, mumet di kepalanya jadi hilang. Hi hi hi... *jadi Ge Er*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar