Rencana liburan selanjutnya adalah Hongkong, WOW.... seneng? seneng dong ini kali pertama aku pergi keluar negeri gratis pula, sudah terbayang dalam benakku bagaimana serunya jalan - jalan di negara itu.
Tapi harapan hanyalah harapan, rencana tinggalah rencana... yang paling utama adalah Izin dari pasangan hidupku yang telah mendapingiku selama hampir 10 tahun dan telah hadir pula sepasang malaikat kecil dalam rentang perjalanan kami.Daaann... izin itu pun sepertinya tak bakal keluar. Kecewa? tentu lah, Sedih? pasti dong, Marah? boleh ga ya marah?... Aku sempat marah dan ngambeg, tapi... aku berfikir ulang dan mencerna apa yang menjadi alasan suamiku :
1. Aku pergi tanpa membawa anak - anak.
Yaa... sih, habis bagaimana? kantor hanya menyediakan tiket untuk aku aja, tanpa bawa keluarga...
2. Anak - anak harus dititipkan lagi pada Amih dan Apih nya (Kake - Nene)
Walau aku sudah menyediakan pengasuh, tetap saja orang tuaku yang mengawasi anak-anaku, karena mereka tidak akan begitu saja menyerahkan anak-anaku pada pengasuhnya walau pengasuhnya itu masih keponakanku.
3. Apa kata tetangga jika aku meniggalkan anak-anaku lagi...
Iya sih... mereka selalu saja mengurusi orang lain, heran...
4. Apa kata atasan suamiku...?
Karena dikantornya tidak pernah ada acara tanpa melibatkan keluarga.
5. Alasan aku keluar negeri adalah untuk jalan - jalan dan bukan untuk urusan pekerjaan.
Hubby... please deh... namanya juga bonus jalan - jalan dari kantor.
6. Ia sudah mengizinkanku pergi kebali dengan alasan ingin merasakan naik pesawat dan aku belum pernah ke Bali dan aku pergi tanpa anak - anak.
Iya... tapi kan aku juga belum pernah ke Hongkong...
7. Ia tak kan mengizinkan aku pergi tanpa anak-anak dalam rangka jalan-jalan, kecuali aku diberangkatkan umroh oleh perusahaan... itu kasus lain.
Berat.....
Aku renungkan lagi, apakah pertanyaan suamiku masuk akal dan apakah alasanku cukup logis?? Seorang ibu meniggalkan rumah, anak dan suaminya pergi keluar negeri untuk jalan - jalan, untuk apa? Hanya kesenangan duniawi kan? Hanya memenuhi hasrat keingintahuanku, gengsiku karena aku pernah jalan - jalan ke luar negeri?... Mungkin memang benar seorang teman berkata padaku : "pengalaman tak bisa dibeli dengan uang, walaupun aku banyak uang belum tentu aku bisa kesana?" Oh ya???
Bagaimana dengan ridho suamiku? bukankah itu lebih berharga dari harta mana pun? Dengan ridho suami, bukan kah itu salah satu tiket aku menuju Surga - NYA? dengan mematuhi larangan suamiku bukankah itu tanda kepatuhan dan baktiku pada suami? Bukankah langkah wanita harus selalu dengan izin dari suaminya? Egoiskah suamiku yang melarang aku pergi? Tepatkah alasanku menginggalkan anak dan suamiku?
Aku rasa TIDAK!!! Aku tak peduli, walau seribu sesak menyusup dalam dadaku. Aku lebih mengutamakan mematuhi suamiku, toh dia melarangku dengan alasan yang masuk diakal. Mungkin bukan rezeki aku untuk bisa melihat dunia luar. Semoga akan ada kesempatan lain, pun itu tidak ada, aku Insya Allah tidak akan menyesal, karena aku takut jika aku melanggar larangan suamiku, Allah akan Marah padaku dan para malaikat menjauhiku, Juga para bidadari surga mencela aku karen ketidakpatuhanku pada suami.
Jadi... Have fun teman2, jangan lupa oleh2 buat ku ya.... #huaaaaaa.... T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar